Blog

  • 6 Keutamaan Sedekah Rutin, Mulai Sekarang, Yuk!

    6 Keutamaan Sedekah Rutin, Mulai Sekarang, Yuk!

    Bersedekah bukan soal besar kecil nilai yang diberikan, tetapi seberapa sering sedekah rutin dilakukan. Ini terkait upaya memberikan bantuan terhadap mereka yang berhak menerima, selain zakat fitrah dan kewajiban zakat. 

    Lagi pula, bersedekah tidak melulu membicarakan pahala. Justru dengan berbagi, kita dapat lebih bahagia dan memberi manfaat bagi orang lain. Bagaimana keutamaan sedekah rutin yang perlu diketahui? Mari simak penjelasan berikut ini. 

    Keutamaan Bersedekah

    Pertama, ketahui dahulu apa arti bersedekah. Berasal dari bahasa Arab ‘ash-shadaqah’, kata ini bermakna memberikan sesuatu tanpa meminta atau berharap balasan dari manusia. Karena kelak Allah yang akan membalas dalam bentuk pahala, baik diganjarkan langsung maupun di masa mendatang. 

    Lalu, bagaimana keutamaan bersedekah? 

    • Menghapus dosa dan memperingan sakaratul maut

    Bersedekah dipandang dapat mensucikan diri manusia dari dosa. Hal tersebut pernah disampaikan sendiri oleh Nabi Muhammad Saw. melalui sabda berikut.

    “Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api.” (HR. At-Tirmidzi)

    Dengan kata lain, inilah cara mudah yang ditawarkan Allah untuk mengurangi dosa-dosa kita. Bahkan, bersedekah tidak melulu soal uang karena senyuman juga dapat menjadi ladang pahala. 

    Selain itu, bersedekah rutin sesuai tuntunan Rasulullah Saw. juga bisa menjadi jalan memperoleh kematian yang khusnul khatimah, seperti disampaikan melalui sabda-Nya berikut ini.

    “Sedekah meredakan kemarahan Allah dan menangkal (mengurangi) kepedihan sakaratul maut (dalam buku Fiqh Sunnah karangan Sayyid Sabiq)

    • Mendekatkan Sumber Rezeki

    Merasa belakangan rezeki sedang seret? Atau terus mengalami berbagai kesulitan keuangan?

    Mari simak sabda Rasulullah Saw. berikut.

    Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sedekah”. (HR Al-Baihaqi)

    “Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya.” (HR. Muslim, no. 2588)

    Kedua sabda di atas menegaskan hal serupa bahwa bersedekah adalah cara yang tepat untuk berbagi rezeki. Bukan hanya menghapus dosa-dosa diri, tetapi keutamaan bersedekah justru mendekatkan sumber rezeki kepada kita. 

    Ketika kita yakin bersedekah karena Allah, kelak Allah akan menggantikannya dengan sesuatu yang lebih baik. Bersedekah juga tidak mengurangi rezeki karena makin sering berbagi, kita akan makin disayangi oleh sesama. Jadi, tangan yang dibantu akan menjadi perantara rezeki dari Allah. 

    • Allah Melipatgandakan Pahala Mereka yang Bersedekah

    Sedekah sekecil apa pun pasti Allah akan melihatnya. Sang Maha Melihat atau al-Basir akan melipatgandakan pahala mereka yang bersedekah, seperti tercantum dalam firman berikut.

    “Perumpamaan orang-orang yang mendermakan (shodaqoh) harta bendanya di jalan Allah, seperti (orang yang menanam) sebutir biji yang menumbuhkan tujuh untai dan tiap-tiap untai terdapat seratus biji dan Allah melipat gandakan (balasan) kepada orang yang dikehendaki, dan Allah Maha Luas (anugerah-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

    Selalu siapkan hati yang tulus saat menjemput keutamaan bersedekah. Kelak sikap ini akan membuat kita beroleh pahala yang berlipat ganda karena rezeki Allah dapat turun dari sumber yang mungkin tidak kita sangka.

    • Memperoleh Keberkahan Jiwa dan Harta

    Bersedekah bisa kita jadikan salah satu bahasa cinta kepada sesama makhluk hidup. Sebab melihat bagaimana orang lain bahagia dan bersyukur karena menerima rezeki dari kita akan membuat kita juga ikut bahagia. 

    Allah meyakinkan kita bahwa manusia itu senang didoakan. Jika kita gemar bersedekah, betapa beruntungnya kita karena akan memperoleh doa dari mereka yang kita bantu. 

    “Allah melapangkan dan menyempitkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS Saba 34: 39)

    • Mendapatkan Perlindungan Saat Hari Kiamat

    Rasulullah Saw. telah menyatakan siapa saja orang yang akan memperoleh perlindungan di hari kiamat kelak. Orang yang rajin bersedekah rutin adalah salah satunya, seperti tercantum dalam sabda berikut. 

    “Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, maka ia menyembunyikan amalnya itu sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.” (HR. Bukhari)

    • Malaikat Akan Mendoakan Kita

    Siapa yang tidak ingin didoakan oleh para malaikat? Ya, rezeki tidak melulu datang dalam bentuk materi, tetapi juga non materi seperti doa para malaikat. Mereka yang gemar bersedekah akan lebih dikenal oleh penduduk langit. Ini juga Rasulullah Saw. melalui sabda:

    “Tidak ada hari yang disambut oleh para hamba melainkan di sana ada dua malaikat yang turun salah satunya berkata ‘ya Allah, berikanlah ganti kepada orang-orang yang berinfaq sedangkan (malaikat) yang lainnya berkata ‘ya Allah, berikanlah kehancuran kepada orang orang yang menahan (hartanya)” (HR. Bukhari-Muslim)

    Keutamaan sedekah rutin di atas sudah cukup menjelaskan apa saja manfaat perbuatan mulia ini. Satu hal yang perlu diingat, untuk memperoleh keutamaan bersedekah tidak melulu harus menggunakan uang. Selalu menempatkan diri untuk menjadi tangan di atas daripada tangan di bawah adalah langkah bijak.

    Bersedekah dapat disampaikan melalui apa pun yang kita miliki. Mulai dari senyuman, pertolongan kepada mereka yang mengalami kesulitan, hingga berbagi ilmu. Pendek kata, bersedekah adalah ibadah sosial yang membangun makna hidup manusia agar lebih bermanfaat. Yuk, jadikan kebiasaan sedekah rutin sebagai gaya hidup sekarang juga! 

     

  • Sibukkan Diri dengan Amal Sholeh, Lakukan Ini Agar Konsisten

    Sibukkan Diri dengan Amal Sholeh, Lakukan Ini Agar Konsisten

    Siapakah manusia yang paling bahagia dan beruntung? 

    Jawabannya, mereka yang menempatkan dunia sebagai ladang menunaikan amal sholeh. Namun, belum banyak orang yang mampu memahami dan menyadari hal tersebut. Padahal, iman baru satu dari sekian “amunisi” manusia untuk memperoleh kebaikan di dunia dan akhirat.

    Ingat, amal adalah buah dari iman. Dengan menjadikan iman sebagai pendorong diri untuk beramal sholeh, semakin banyak orang yang paham bahwa dunia sejatinya menjadi tempat persiapan menuju akhirat. 

    Untuk memahami perlunya menyibukkan diri dengan beramal shaleh, mari simak penjelasan berikut ini.

    Amal Sholeh Sebagai Bekal

    Dari sudut pandang seorang mukmin sejati, mengejar berbagai kepuasan duniawi bukan lagi prioritas. Baginya, dunia adalah tempat ibadah, tempat berjihad, tempat bersedekah, dan tempat berlomba dengan sesama untuk meraih kebaikan dalam bentuk surga. 

    Atas usaha yang dilakukan, ia berharap dapat tergolong muslim yang bertakwa. Baginya, takwa adalah bekal meraih kebahagiaan sejati, seperti firman Allah berikut:

    “Berbekaliah. Sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” (QS Al-Baqarah:197)

    Mengingat kehidupan dunia hanya sementara, tempatkan iman sebagai pendorong diri atau motivasi untuk beramal sholeh secara konsisten. Hanya amal sholeh ini yang akan menjadi teman setia perjalanan kita nanti setelah menghadap Sang Khalik. 

    Maka, beramal sholeh dapat diawali dengan apa yang kita punya, baik itu berupa ilmu, harta, atau sekadar senyuman. Saat kesempatan berbuat baik hadir, meski kecil, tetap berusaha untuk memaksimalkannya. 

     

    Manfaat Beramal Sholeh

    Siapa saja yang beramal sholeh akan menikmati beragam manfaat, seperti disampaikan di bawah ini.

    • Mendapat tambahan petunjuk

    Kebajikan yang diperbuat melalui amal akan memberikan kita tambahan petunjuk dari Allah, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Quran.

    “Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. Dan amal kebajikan yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik kesudahannya.” (QS Maryam:76)

    • Mendapatkan ampunan dan pahala yang besar

    Allah sudah menyatakan hal ini dalam QS Al-Maidah 5 ayat 9 tentang janji Allah kepada orang-orang beriman dan beramal sholeh. Siapa pun yang menunaikan amalan sholeh dengan berlandaskan iman, maka mereka akan mendapat pengampunan dan pahala besar.

    • Memperoleh kehidupan yang layak dan baik

    Ganjaran kebajikan tidak pernah salah sasaran. Siapapun yang sudah mengerjakan kebajikan dengan berlandaskan iman, Allah akan memberikan kehidupan layak dan baik, berikut pahala yang berkali lipat melebihi apa yang dikerjakan.

    • Dosa-dosanya dihapuskan

    Ingat bukan bahwa amal adalah buah iman? Maka, mereka yang taat akan menjadikan iman sebagai motivasi menyibukkan diri dengan beramal sholeh. Hal tersebut juga sudah tertuang dalam Al-Quran, seperti pada ayat berikut.

    “Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, pasti akan Kami hapus kesalahan-kesalahannya dan mereka pasti akan Kami beri balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.” (QS Al-Ankabut : 7)

    • Terhindar dari kerugian dunia dan akhirat

    Seperti telah diungkapkan di atas bahwa dunia hanya persiapan menuju akhirat. Sebaik-baiknya kita hidup di dunia, tetap perlu menyibukkan diri dengan melakukan perbuatan baik yang disukai Allah. Dengan beramal sholeh, kita dapat terhindar dari kerugian dunia dan akhirat.

    Agar Konsisten Beramal Sholeh

    Lantas, apa yang dapat kita lakukan agar mampu menyibukkan diri beramal sholeh secara konsisten? 

    1. Lakukan amal sholeh meski sedikit. Allah lebih menyukai orang yang tekun dan konsisten beramal sholeh walau jumlahnya kecil. Contoh, salat malam berjumlah sedikit lebih baik dibandingkan meninggalkannya.
    2. Lakukan amal sesuai kemampuan dan keilmuan yang dimiliki.
    3. Minta pertanggungjawaban diri sehingga ada rasa bersalah karena meninggalkan perbuatan baik. Akibatnya, kita termotivasi terus beralam sholeh.
    4. Bangun pertemanan positif dengan orang-orang sholeh yang mengingatkan kita pada berbagai kebaikan.
    5. Pahami apa saja keutamaan beramal sholeh.
    6. Bangun tekad untuk beramal sholeh dengan berserah, bertobat, dan berdoa kepada Allah agar dikaruniai pertolongan dalam menjalani hidup. 
    7. Sadari bahwa ketekunan beramal sholeh jadi jalan menuju tujuan yang lebih mulia, yaitu menggapai surga di akhirat dan mendapat tempat istimewa di sisi-Nya. 

    Iman dan amal sholeh akan membuat seorang mukmin selalu waspada dan mawas diri. Maka, mulailah menyibukkan diri dengan beramal sholeh supaya kehidupan dunia kita lebih bermakna sekaligus menabung bekal untuk di akhirat kelak. 

     

  • Hello world!

    Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!

  • Amalsholeh.com Perkuat Komitmen Kemanusiaan untuk Palestina di Peringatan Nakba Day 2025

    Amalsholeh.com Perkuat Komitmen Kemanusiaan untuk Palestina di Peringatan Nakba Day 2025

    Jakarta, 22 Mei 2025 –  Amalsholeh.com menghadiri peringatan 77 tahun Nakba Day yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Palestina untuk Republik Indonesia pada Kamis (22/5) di Hotel Borobudur, Jakarta. Kegiatan ini mengusung tema “The 77th Commemoration of Nakba Day” sebagai bentuk solidaritas atas tragedi kemanusiaan yang menimpa rakyat Palestina sejak 15 Mei 1948.

    Kehadiran Amalsholeh.com yang diwakili oleh CEO Irfansyah Riyanto dan Deputy CEO Dea Sunarwan merupakan bentuk dukungan moral dan kemanusiaan terhadap perjuangan bangsa Palestina, sekaligus menjalin silaturahmi dengan tokoh-tokoh yang selama ini konsisten menyuarakan isu kemerdekaan Palestina.

    Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan pejabat negara, seperti Menteri Kebudayaan Indonesia Fadli Zon, Wakil Menteri Luar Negeri M. Anis Matta, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, dan Ketua BKSAP DPR RI Mardani Ali Sera. Selain itu, forum ini juga dihadiri oleh para duta besar negara sahabat, serta perwakilan organisasi kemanusiaan dari dalam dan luar negeri.

    Peringatan Nakba Day merupakan pengingat atas awal mula penjajahan yang dilakukan oleh Zionis Israel terhadap Palestina, yang telah berlangsung lebih dari tujuh dekade. Sejak 15 Mei 1948, lebih dari 700.000 warga Palestina dipaksa meninggalkan tanah kelahirannya. Momen ini diperingati setiap tahun sebagai bentuk refleksi dan solidaritas global terhadap penderitaan yang masih berlangsung hingga saat ini.

    Dalam forum ini, berbagai pembicara menyampaikan pentingnya dukungan masyarakat internasional terhadap kemerdekaan Palestina. Mereka menyoroti perlunya tindakan nyata dan keberpihakan terhadap nilai-nilai keadilan serta hak asasi manusia. Peran rakyat Indonesia pun dinilai strategis dalam menggalang dukungan internasional bagi perjuangan kemerdekaan Palestina.

    Amalsholeh.com sebagai agregator gerakan kebaikan menegaskan komitmennya untuk terus menjadi jembatan solidaritas bagi rakyat Palestina. Kolaborasi bersama NGO Islam di Indonesia menjadi salah satu strategi utama untuk memperluas gerakan kemanusiaan dan menguatkan dukungan publik terhadap isu ini.

    “Semoga rakyat Palestina segera memperoleh kemerdekaan yang hakiki, dan semoga kita semua dapat terus berkontribusi dalam perjuangan ini,” ujar Dea Sunarwan, Deputy CEO Amalsholeh.com.

    Melalui partisipasi dalam forum strategis ini, Amalsholeh.com berharap dapat memperkuat sinergi lintas negara dalam misi kemanusiaan. Selain itu, forum ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konsistensi dukungan terhadap Palestina dalam meraih hak-haknya yang telah lama dirampas.

  • Amalsholeh.com Jalin Kolaborasi dengan Wamenlu RI untuk Perkuat Peran NGO Islam di Kancah Global

    Amalsholeh.com Jalin Kolaborasi dengan Wamenlu RI untuk Perkuat Peran NGO Islam di Kancah Global


    Jakarta, 22 Mei 2025 – Amalsholeh.com menggelar audiensi strategis dengan Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Dr. Muhammad Anis Matta, di kantor Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta. Pertemuan ini bertujuan memperkuat kolaborasi antara organisasi non-pemerintah (NGO) Islam Indonesia dengan pemerintah dalam isu-isu dunia Islam dan kemanusiaan global.

    Delegasi Amalsholeh.com yang hadir dalam pertemuan ini terdiri dari CEO Amalsholeh Irfansyah Riyanto, Deputy CEO Dea Sunarwan, Head of Brand Management Riky Haryadi, serta Partnership Supervisor Asny. Dalam kesempatan tersebut, Amalsholeh.com memaparkan peran strategisnya sebagai agregator kebaikan dari berbagai NGO Islam di Indonesia serta menyampaikan dua agenda utama penguatan kolaborasi internasional.

    Agenda pertama adalah komitmen Amalsholeh.com untuk memperluas jangkauan kebermanfaatan NGO Islam Indonesia secara global. Salah satu langkah strategis yang diusulkan adalah fasilitasi akses penggalangan dana lintas negara. Inisiatif ini ditujukan baik untuk NGO Indonesia yang ingin menjangkau diaspora serta donatur internasional, maupun untuk NGO luar negeri yang memiliki kepedulian terhadap isu-isu kemanusiaan di Indonesia. Untuk mendukung kegiatan ini, Amalsholeh.com mendorong adanya regulasi resmi yang menjadi landasan hukum dalam menjalankan aktivitas lintas negara secara berkelanjutan.

    Agenda kedua adalah penguatan posisi Amalsholeh.com sebagai mitra terpercaya dalam penggalangan dana dan implementasi program kemanusiaan global, khususnya terkait Palestina dan kampanye keislaman internasional lainnya.

    Wakil Menteri Luar Negeri RI menyambut baik inisiatif ini dan memberikan arahan agar Amalsholeh.com menyusun Initial Paper sebagai langkah konkret awal. Dokumen tersebut direncanakan akan menjadi bahan pembahasan lintas kementerian, yaitu Kementerian Luar Negeri, Kementerian Agama, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Kementerian Keuangan, guna menyusun kebijakan yang dapat mengakomodasi inisiatif ini secara legal dan strategis.

    Sebagai tindak lanjut dari audiensi ini, Amalsholeh.com juga diundang untuk bergabung dalam Aliansi Dunia Islam Kemenlu RI. Forum ini menjadi wadah kolaboratif antara NGO Islam, organisasi kemasyarakatan (ormas), dan komunitas keislaman dalam memperkuat posisi Indonesia pada isu-isu strategis tingkat global.

    Dalam pertemuan tersebut, Wakil Menteri turut memberikan apresiasi terhadap platform digital Amalsholeh.com, yang dinilai sebagai aplikasi bursa amal yang inovatif dan potensial memperkuat diplomasi kemanusiaan Indonesia.

    Audiensi ini menjadi langkah awal dalam membuka lebih banyak ruang kontribusi umat Islam Indonesia di panggung filantropi global, sekaligus memperkuat diplomasi kemanusiaan Indonesia berbasis nilai dan aksi nyata.

  • WFH (Webinar For Humanity): Dorong Legalitas LAZ dan Tata Kelola Zakat yang Profesional

    WFH (Webinar For Humanity): Dorong Legalitas LAZ dan Tata Kelola Zakat yang Profesional

    Jakarta, 24 April 2025, Dalam upaya memperkuat tata kelola zakat nasional yang akuntabel dan sesuai regulasi, Amalsholeh.com berkolaborasi dengan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menyelenggarakan webinar bertajuk WFH – Webinar For Humanity. Acara ini menghadirkan dua pembicara utama: Prof. Dr. H. Waryono S.Ag., M.Ag., Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI, serta Dea Sunarwan, VICE CEO Amalsholeh Network Group dan Deft.ID.

    Webinar ini membahas secara mendalam mengenai urgensi legalitas Lembaga Amil Zakat (LAZ) dalam ekosistem pengelolaan zakat nasional. Topik yang diangkat meliputi:

    • Landasan hukum dan regulasi terkini zakat,

    • Proses dan syarat perizinan LAZ sesuai PMA No. 19 Tahun 2024,

    • Strategi peningkatan kepercayaan publik terhadap LAZ,

    • Pentingnya kepatuhan terhadap UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat,

    • Serta praktik terbaik dalam pengelolaan dana zakat yang transparan.

    Prof. Dr. H. Waryono menjelaskan bahwa legalitas merupakan pondasi penting agar pengelolaan zakat tidak hanya sah di mata hukum, tetapi juga memberikan perlindungan kepada lembaga dan masyarakat. “Zakat harus dikelola secara melembaga, sesuai syariat Islam, dan diakui negara,” tegasnya.

    Di sisi lain, Dea Sunarwan menyampaikan pentingnya edukasi dan pendampingan bagi lembaga yang ingin menjadi LAZ resmi. “WFH ini adalah bentuk komitmen kami untuk mendorong lembaga zakat lebih optimal, legal, dan profesional dalam melayani umat,” jelasnya.

    Manfaat Menjadi LAZ Resmi

    Peserta webinar mendapatkan informasi lengkap mengenai keuntungan menjadi LAZ terdaftar, di antaranya:

    • Mendapat legalitas dari Kemenag,

    • Terlindungi oleh regulasi pemerintah,

    • Meningkatkan branding dan kredibilitas lembaga,

    • Mendapatkan pelatihan dan pembinaan kelembagaan secara rutin dari Kemenag atau BAZNAS,

    • Dapat mengelola dana zakat secara sah dan terstruktur.

    Sinergi untuk Pemberdayaan Umat

    Dengan mengangkat semangat kolaborasi dan edukasi, WFH menjadi bagian dari kontribusi nyata Amalsholeh.com dan Kemenag RI dalam mewujudkan tata kelola zakat yang  lebih profesional, transparan, dan berdampak luas bagi pemberdayaan ekonomi umat.

    Dengan hadirnya regulasi yang lebih terstruktur dan pembahasan yang terbuka bersama pemangku kebijakan, masyarakat kini semakin dimudahkan dalam mengenali lembaga-lembaga zakat yang memiliki legalitas dan akuntabilitas yang jelas. Kolaborasi aktif antara Kementerian Agama dan berbagai pihak yang peduli terhadap pengelolaan zakat menjadi sinyal positif bagi lahirnya ekosistem filantropi yang sehat, terpercaya, dan profesional.

    Kehadiran lembaga-lembaga amil zakat yang terdaftar dan berkomitmen terhadap tata kelola yang baik juga memberi kepastian bagi publik dalam menunaikan zakatnya. Dalam lanskap ini, transparansi dan legalitas menjadi pondasi yang tidak hanya menguatkan operasional lembaga, tetapi juga mempererat kepercayaan yang selama ini dibangun bersama masyarakat.

    Akses Mudah untuk Mendaftar

    Bagi lembaga yang ingin mendaftar sebagai LAZ, Kemenag RI telah menyediakan tautan resmi grup WhatsApp sebagai media informasi dan konsultasi:
    👉 https://chat.whatsapp.com/L9ftJGEV55CL27yFQz3T0l

    Dalam hal ini juga disarankan bahwa semakin cepat proses pendaftaran dilakukan, maka semakin cepat pula lembaga bisa mengakses manfaat dan perlindungan hukum sebagai LAZ resmi.

  • Hukum Qurban Online Menurut Islam

    Hukum Qurban Online Menurut Islam

    Perkembangan teknologi digital telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pelaksanaan ibadah. Salah satu bentuk adaptasi ibadah dalam era digital adalah layanan qurban online. Banyak lembaga kini menawarkan kemudahan bagi umat Muslim untuk menunaikan ibadah qurban tanpa harus hadir langsung di lokasi penyembelihan. Namun, bagaimana sebenarnya hukum qurban online menurut Islam? Apakah sah secara syar’i? Sebelum membahas hal tersebut, mari kita pahami terlebih dahulu tata cara berqurban menurut ajaran Islam.

    Tata Cara Berqurban Menurut Islam

    Qurban atau udhiyyah adalah penyembelihan hewan tertentu pada hari raya Idul Adha dan hari-hari tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah) sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ibadah ini memiliki syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi agar sah dan diterima.

    Beberapa tata cara berqurban yang sesuai dengan syariat antara lain:

    1. Waktu Penyembelihan
      • Qurban hanya sah dilakukan setelah shalat Idul Adha hingga hari tasyrik berakhir (13 Dzulhijjah).
      • Nabi Muhammad SAW bersabda:

        “Barang siapa menyembelih sebelum shalat (Id), maka ia menyembelih untuk dirinya sendiri. Dan barang siapa menyembelih setelah shalat dan dua khutbah, maka ia telah menyempurnakan ibadahnya dan mengikuti sunnah kaum Muslimin.”
        (HR. Bukhari no. 5545)
    2. Jenis Hewan Qurban
      • Hewan qurban harus dari jenis unta, sapi, atau kambing/domba yang sehat dan tidak cacat.
      • Allah SWT berfirman:

        “… agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang telah Allah berikan kepada mereka berupa binatang ternak…”
        (QS. Al-Hajj: 34)
    3. Syarat Sah Hewan Qurban
      • Cukup umur: kambing/domba minimal 1 tahun, sapi 2 tahun, unta 5 tahun.
      • Bebas dari cacat berat seperti buta, pincang, atau sangat kurus.
      • Hewan harus dimiliki secara sah oleh orang yang berqurban, bukan hewan curian atau hasil riba.
    4. Penyembelih
      • Idealnya dilakukan oleh pemilik qurban atau mewakilkannya kepada panitia yang terpercaya.
      • Penyembelih harus membaca basmalah dan memotong saluran pernafasan, pencernaan, dan dua urat nadi leher.

    Hukum Qurban Online Menurut Islam

    Dengan maraknya layanan qurban online, muncul pertanyaan: apakah ibadah qurban tetap sah jika dilakukan secara daring? Dalam konteks fiqih, yang menjadi patokan bukanlah kehadiran fisik, melainkan terpenuhinya rukun dan syarat dalam berqurban.

    Mayoritas ulama kontemporer membolehkan qurban dilakukan secara online dengan beberapa catatan penting:

    1. Akad yang Jelas

    Akad antara pihak yang berqurban dan lembaga penyelenggara harus jelas, termasuk niat, jenis hewan, dan waktu penyembelihan.

    • Dalam Fiqih Muamalah, akad wakalah (perwakilan) dibolehkan dalam pelaksanaan ibadah.
    • Dalilnya, dari ‘Amr bin Umayyah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW pernah mewakilkan qurban kepada sahabat:

      “Wahai ‘Amr, berdirilah dan sembelihlah qurbanmu.”
      (HR. Abu Daud no. 2795)

    2. Lembaga yang Amanah dan Transparan

    Lembaga penyalur qurban harus amanah dan memberikan laporan jelas, baik berupa dokumentasi, waktu penyembelihan, hingga distribusi daging kepada yang berhak.

    3. Penyembelihan Sesuai Waktu

    Pastikan hewan disembelih dalam rentang waktu yang ditentukan oleh syariat (10-13 Dzulhijjah). Jika disembelih sebelum atau sesudah itu, maka tidak sah sebagai qurban.

    4. Pemilik Qurban Berniat Sejak Awal

    Meskipun tidak hadir di lokasi, niat tetap wajib dari pemilik qurban saat melakukan akad. Niat ini menjadi pembeda antara ibadah dan transaksi biasa.

    Kesimpulan Ulama

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam fatwanya menyatakan bahwa:

    “Berqurban melalui layanan digital atau online hukumnya sah, selama memenuhi syarat dan rukun ibadah qurban serta dilakukan oleh lembaga terpercaya.”
    (Fatwa MUI No. 36 Tahun 2020)

    Dengan memperhatikan syarat dan ketentuan yang telah disebutkan, maka qurban online bisa menjadi solusi praktis bagi masyarakat urban yang kesulitan melaksanakan qurban secara langsung. Penting untuk memilih lembaga penyalur yang amanah agar ibadah tetap sah dan sesuai syariat.

    Tahun ini, mari tunaikan ibadah qurban dengan mudah dan terpercaya melalui platform digital yang aman dan terverifikasi. Cek informasi lengkap dan segera daftarkan qurbanmu melalui:

    👉 amal.pw/berqurban

  • Dari Ibadah ke Pemberdayaan Sosial Begini Luasnya Manfaat Qurban

    Dari Ibadah ke Pemberdayaan Sosial Begini Luasnya Manfaat Qurban

    Ibadah Qurban merupakan bagian penting dari syiar Islam yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah dan hari-hari tasyrik (11–13 Dzulhijjah). Amalan ini bukan sekadar menyembelih hewan, namun juga sarat nilai spiritual, sosial, dan ekonomi. Dalam praktiknya, Qurban memiliki ketentuan syar’i mengenai siapa yang dianjurkan melaksanakannya dan siapa yang berhak menerima dagingnya.

    Siapa yang Dianjurkan Berqurban?

    Berqurban adalah sunnah muakkadah, yakni amalan yang sangat dianjurkan bagi kaum Muslimin yang mampu secara finansial. Rasulullah SAW bersabda:

    “Jika telah masuk sepuluh (hari pertama) bulan Dzulhijjah dan salah seorang di antara kalian ingin berqurban, maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya sedikitpun hingga ia berqurban.”
    (HR. Muslim no. 1977)

    Hadits ini menunjukkan bahwa ibadah qurban sangat dianjurkan bagi mereka yang memiliki keinginan dan kemampuan, bahkan hingga dianjurkan untuk menjaga adab khusus selama 10 hari awal Dzulhijjah. Dalam mazhab Hanafi, hukum qurban bagi yang mampu adalah wajib, sedangkan menurut jumhur ulama (mayoritas), hukumnya sunnah muakkadah.

    Adapun kriteria orang yang dianjurkan berqurban:

    • Muslim

    • Baligh

    • Berakal

    • Mampu secara finansial (memiliki harta lebih dari kebutuhan pokok pada hari Idul Adha dan hari-hari tasyrik)

    Siapa yang Layak Menerima Daging Qurban?

    Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

    “Maka makanlah sebagiannya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang merasa cukup dan orang yang meminta…”
    (QS. Al-Hajj: 36)

    Dari ayat tersebut, para ulama membagi penerima daging qurban ke dalam tiga golongan:

    1. Shahibul qurban (orang yang berqurban) : dianjurkan memakan sebagian daging qurbannya.

    2. Kerabat dan tetangga : termasuk orang yang tidak meminta, namun layak diberi (orang yang merasa cukup).

    3. Fakir miskin : mereka yang meminta atau berada dalam kebutuhan.

    Dalam pembagian ini, terdapat kebebasan bagi shahibul qurban untuk membagikan seluruh daging atau hanya sebagian, tergantung jenis qurban (wajib atau sunnah).

    Manfaat dan Dampak Sosial dari Ibadah Qurban

    Ibadah qurban bukan hanya simbol kepatuhan kepada Allah SWT, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang sangat dalam:

    • Menguatkan rasa solidaritas sosial: Saat hewan qurban dibagikan kepada mereka yang membutuhkan, ada pesan kasih sayang dan kepedulian yang tersampaikan.

    • Mengurangi kesenjangan sosial: Di hari Idul Adha, setiap orang miskin maupun kaya bisa menikmati makanan bergizi dari daging qurban.

    • Meningkatkan ukhuwah Islamiyah: Proses berqurban yang melibatkan masyarakat, baik dalam penyembelihan maupun pembagian, menciptakan interaksi sosial yang hangat.

    Rasulullah SAW juga mengisyaratkan keutamaan berqurban:

    “Tidak ada amalan anak Adam pada hari Nahr (Idul Adha) yang lebih dicintai Allah selain menyembelih qurban…”
    (HR. Tirmidzi no. 1493, hasan gharib)

    Dampak Ekonomi dari Qurban

    Di luar manfaat spiritual dan sosial, qurban juga memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan, khususnya dalam ekosistem peternakan dan pertanian:

    • Mendorong pertumbuhan ekonomi lokal: Permintaan terhadap hewan ternak menjelang Idul Adha secara langsung meningkatkan perputaran uang di sektor peternakan.

    • Meningkatkan kesejahteraan peternak: Banyak peternak kecil yang menggantungkan pemasukan tahunannya dari penjualan hewan qurban.

    • Membuka lapangan kerja musiman: Proses distribusi, penyembelihan, hingga pengemasan daging melibatkan banyak tenaga kerja, dari panitia masjid, jagal, hingga relawan distribusi.

    Menurut data Kementerian Pertanian RI (2023), jumlah hewan qurban yang disembelih di Indonesia selama Idul Adha mencapai 1,8 juta ekor, terdiri dari sapi, kambing, domba, dan kerbau. Sementara itu, potensi nilai ekonomi dari kegiatan qurban diperkirakan mencapai lebih dari Rp 20 triliun setiap tahunnya. Angka ini menunjukkan bahwa qurban bukan hanya ibadah individu, melainkan juga penggerak ekonomi nasional yang konkret terutama di sektor UMKM peternakan.

    Dengan segala manfaat yang menyertainya, Qurban adalah salah satu bentuk ibadah yang memberikan dampak luas: spiritual, sosial, dan ekonomi. Maka dari itu, bagi yang memiliki kemampuan, melaksanakan Qurban bukan hanya bentuk ketaatan, tetapi juga kontribusi nyata untuk umat dan bangsa.

  • Raih Kedahsyatan Qurban: Persiapkan Dirimu Menyambut Ibadah yang Menghapus Dosa dan Menyucikan Jiwa

    Raih Kedahsyatan Qurban: Persiapkan Dirimu Menyambut Ibadah yang Menghapus Dosa dan Menyucikan Jiwa

    Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia menyambut datangnya bulan Dzulhijjah dengan penuh antusias. Salah satu ibadah utama yang hanya ada pada bulan ini adalah ibadah Qurban. Sebuah syariat yang tidak hanya menjadi simbol ketaatan kepada Allah, namun juga sebagai bentuk,l’ kepedulian terhadap sesama. Menjelang Idul Adha, penting bagi setiap Muslim untuk memahami dan mempersiapkan diri dalam melaksanakan ibadah mulia ini.

    Makna dan Hukum Qurban

    Qurban berasal dari kata qaruba yang berarti dekat, secara istilah berarti menyembelih hewan tertentu pada hari-hari Idul Adha (10-13 Dzulhijjah) sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah. Ibadah ini disyariatkan berdasarkan perintah langsung dari Al-Qur’an dan hadits Nabi.

    Allah Ta’ala berfirman:

    “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 2)

    Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Majah, Rasulullah SAW bersabda:

    “Barang siapa yang memiliki kelapangan (harta) namun tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah, hasan)

    Hadits ini menunjukkan bahwa bagi yang mampu secara finansial, sangat dianjurkan untuk melaksanakan qurban sebagai bentuk ketakwaan.

    Kedahsyatan Ibadah Qurban

    Ibadah qurban bukan hanya sebuah prosesi penyembelihan hewan. Di balik tetesan darahnya, ada kedahsyatan pahala, pembersihan jiwa, dan kekuatan spiritual yang luar biasa.

    Berikut beberapa kedahsyatan qurban yang jarang disadari:

    1. Darah Qurban yang Lebih Dulu Sampai ke Langit

    Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa darah hewan qurban akan sampai kepada Allah sebelum jatuh ke tanah:

    “Tidak ada suatu amalan anak Adam pada hari Nahr (Idul Adha) yang lebih dicintai oleh Allah selain menyembelih qurban. Sesungguhnya hewan qurban itu akan datang pada hari kiamat lengkap dengan tanduk, kuku, dan bulunya. Dan sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah sebelum jatuh ke tanah. Maka relakanlah qurban itu dengan hati yang lapang.” (HR. Tirmidzi, no. 1493; dinilai hasan oleh Al-Albani)

    Hadits ini menunjukkan kedahsyatan spiritual dari qurban—betapa Allah menerima dan memuliakan amalan ini secara langsung.

    2. Penghapus Dosa-Dosa yang Telah Lalu

    Ibadah qurban juga menjadi penebus dosa. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam riwayat:

    “Wahai Fatimah, bangunlah dan saksikanlah qurbanmu, karena sesungguhnya tetesan darahnya yang pertama itu akan menghapus dosa-dosa yang telah engkau lakukan.” (HR. Al-Bazzar; dalam Fathul Bari, dinilai sanadnya lemah namun didukung banyak riwayat serupa)

    Dari makna hadits diatas lebih dikuatkan oleh banyak atsar dan semangat syariat bahwa amalan besar seperti qurban membawa pengampunan dari Allah.

    3. Qurban Menghadirkan Keberkahan Harta

    Menyisihkan sebagian harta untuk qurban bukan berarti kehilangan, justru menjadi sebab datangnya keberkahan. Sebagaimana dalam Al-Qur’an:

    “Dan apa saja yang kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang terbaik.” (QS. Saba: 39)

    Qurban adalah bentuk infaq terbaik di bulan Dzulhijjah, dan jaminan penggantiannya dijanjikan langsung oleh Allah.

    4. Dahsyatnya Pahala Setiap Bulu

    Rasulullah SAW bersabda:

    “Pada setiap helai rambut dari hewan qurban itu terdapat satu kebaikan.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

    Bayangkan, setiap bulu dari hewan qurban bernilai pahala. Ini menunjukkan betapa besar dan luasnya rahmat Allah dalam ibadah ini.

    5. Menjadi Saksi di Hari Kiamat

    Hewan qurban akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam kondisi utuh: bertanduk, berkuku, dan berbulu lalu menjadi saksi ketaatan pemiliknya.

    “Sesungguhnya hewan-hewan qurban itu akan datang pada hari kiamat dalam keadaan bertanduk, berbulu dan berkuku. Dan sesungguhnya darahnya benar-benar telah sampai kepada Allah sebelum mengalir ke tanah.” (HR. Tirmidzi, no. 1492)

    Persiapan Menuju Qurban

    Agar ibadah qurban dapat dilaksanakan dengan baik dan sah, berikut beberapa hal yang perlu dipersiapkan:

    • Niat dan Keikhlasan
      Pastikan qurban dilakukan semata karena Allah, bukan karena ingin dipuji atau dianggap dermawan.

    • Pemilihan Hewan Qurban
      Hewan qurban harus memenuhi syarat: jenisnya adalah unta, sapi, kambing, atau domba; cukup umur (minimal 1 tahun untuk kambing, 2 tahun untuk sapi); dan bebas dari cacat. Nabi bersabda:
      “Ada empat macam hewan yang tidak sah dijadikan qurban: yang jelas-jelas buta, yang jelas-jelas sakit, yang jelas-jelas pincang, dan yang kurus tak berdaging.” (HR. Abu Dawud dan Nasa’i)

    • Pemotongan di Waktu yang Tepat
      Waktu penyembelihan dimulai setelah shalat Idul Adha hingga matahari terbenam pada tanggal 13 Dzulhijjah. Menyembelih sebelum shalat Id tidak dianggap sebagai qurban.
      Rasulullah SAW bersabda:
      “Barangsiapa menyembelih sebelum shalat (Id), maka sembelihannya itu hanyalah daging biasa yang dia persembahkan untuk keluarganya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    • Distribusi Daging
      Dianjurkan membagi daging qurban menjadi tiga bagian: untuk diri sendiri, untuk kerabat, dan untuk fakir miskin. Namun seluruhnya pun boleh diberikan kepada yang membutuhkan.

    Sekarang, Berqurban Jadi Lebih Mudah

    Kabar baiknya, menunaikan qurban kini tidak lagi harus menunggu tabungan penuh mendekati hari-H. Melalui program Tabungan Qurban di Amalsholeh.com, kamu bisa mulai mencicil biaya qurban jauh-jauh hari dengan cara yang ringan dan fleksibel.

    Dengan solusi ini, setiap orang bisa menyesuaikan kemampuan finansialnya. Tak hanya meringankan, tabungan qurban ini juga membantu kita lebih disiplin dan terencana dalam menjalankan salah satu ibadah sunnah muakkad ini.

    Jadi, tidak perlu menunggu nanti atau takut tidak mampu. Persiapkan diri dari sekarang, cicil qurbanmu, dan tunaikan amanah ini dengan lebih tenang. Karena sejatinya, yang sampai kepada Allah bukan jumlahnya, tapi ketulusan dan komitmen kita dalam menjalankan perintah-Nya. 

    Mulai Tabungan Qurbanmu sekarang melalui : amal.pw/nabungqurban 

  • Keutamaan Bulan Syawal: Bulan Peningkatan Ibadah dan Keberkahan

    Keutamaan Bulan Syawal: Bulan Peningkatan Ibadah dan Keberkahan

    Bulan Syawal adalah bulan yang penuh dengan keberkahan setelah umat Islam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Syawal bukan sekadar bulan untuk merayakan Idul Fitri, tetapi juga menjadi momentum untuk terus meningkatkan ibadah dan mendapatkan keutamaan yang besar dari Allah SWT. Berikut adalah beberapa keutamaan dan amalan yang dapat dilakukan di bulan Syawal:

    1. Puasa Enam Hari di Bulan Syawal

    Salah satu ibadah utama yang dianjurkan di bulan Syawal adalah puasa enam hari setelah Idul Fitri. Rasulullah SAW bersabda:

    “Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti telah berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Muslim, No. 1164)

    Puasa enam hari di bulan Syawal memiliki keutamaan seperti berpuasa selama satu tahun penuh. Hal ini karena setiap kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipat, sehingga puasa Ramadhan selama satu bulan setara dengan sepuluh bulan, dan puasa enam hari di Syawal menyempurnakannya menjadi dua belas bulan.

    2. Kembali kepada Fitri dan Penyempurnaan Ibadah

    Idul Fitri yang jatuh pada tanggal 1 Syawal disebut sebagai hari kemenangan bagi umat Islam setelah satu bulan penuh berpuasa. Allah SWT berfirman:

    “Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangan (puasa Ramadhan) dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah: 185)

    Bulan Syawal adalah momen untuk menjaga kebersihan hati setelah Ramadhan, mempertahankan kebiasaan baik, serta tidak kembali kepada kemaksiatan.

    3. Momentum Meningkatkan Amal Shaleh

    Kata “Syawal” secara bahasa berarti “peningkatan”. Hal ini mengisyaratkan bahwa setelah Ramadhan, umat Islam diharapkan tidak berhenti dalam beribadah, melainkan terus meningkatkannya. Beberapa amalan yang dianjurkan di bulan Syawal selain puasa enam hari adalah:

    • Memperbanyak sedekah: Rasulullah SAW bersabda, “Sedekah tidak akan mengurangi harta…” (HR. Muslim, No. 2588)

    • Menjalin dan memperbaiki silaturahmi: Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka sambunglah silaturahmi.” (HR. Bukhari, No. 5985 dan Muslim, No. 2557)

    • Meningkatkan ibadah sunnah seperti membaca Al-Qur’an, shalat malam, dan berdzikir.

    4. Waktu yang Baik untuk Menikah

    Dalam sejarah Islam, bulan Syawal juga dikenal sebagai bulan pernikahan yang penuh berkah. Rasulullah SAW menikahi Aisyah RA di bulan Syawal, dan beliau menganjurkan umatnya untuk menikah pada bulan ini. Dalam sebuah hadis disebutkan:

    “Aisyah berkata: Rasulullah SAW menikahiku di bulan Syawal dan mengadakan malam pertama denganku di bulan Syawal, maka siapakah istri beliau yang lebih beruntung di sisinya dariku?” (HR. Muslim, No. 1423)

    Oleh karena itu, bulan Syawal menjadi salah satu waktu yang baik bagi pasangan Muslim yang ingin membangun rumah tangga dalam keberkahan.

    5. Melanjutkan Istiqomah Setelah Ramadhan

    Bulan Syawal merupakan ujian bagi kaum Muslimin untuk tetap istiqomah dalam ibadah setelah Ramadhan. Allah SWT berfirman:

    “Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah bertaubat bersamamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Hud: 112)

    Salah satu cara menjaga istiqomah adalah dengan mempertahankan kebiasaan baik yang telah dibangun selama Ramadhan, seperti shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an, serta menjauhi maksiat.

    Bulan Syawal adalah kesempatan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan meraih keutamaan yang besar. Dengan menjalankan puasa enam hari, menjaga silaturahmi, memperbanyak amal shaleh, dan tetap istiqomah setelah Ramadhan, umat Islam dapat meraih keberkahan di bulan ini. Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk terus meningkatkan amal ibadah di bulan Syawal dan bulan-bulan berikutnya.

  • Zakat Fitrah: Kewajiban yang Menyempurnakan Ibadah Ramadhan

    Zakat Fitrah: Kewajiban yang Menyempurnakan Ibadah Ramadhan

    Zakat fitrah merupakan salah satu kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu, sebagai bentuk penyucian diri setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Kewajiban ini memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam dan menjadi sarana untuk membantu mereka yang membutuhkan. Berikut adalah pembahasan mengenai pentingnya zakat fitrah, dalil yang mendasarinya, tata cara pelaksanaan, serta bentuk zakat fitrah yang bisa diberikan.

    1. Pentingnya Zakat Fitrah

    Zakat fitrah memiliki dua tujuan utama, yaitu menyucikan orang yang berpuasa dari kekurangan yang mungkin terjadi selama beribadah di bulan Ramadhan dan membantu kaum fakir miskin agar mereka juga bisa merayakan Idul Fitri dengan layak. Rasulullah SAW bersabda:

    “Zakat fitrah diwajibkan untuk menyucikan orang yang berpuasa dari perkataan yang sia-sia dan kotor serta sebagai makanan bagi orang miskin.” (HR. Abu Dawud, no. 1609, dihasankan oleh Al-Albani)

    Dari hadits tersebut, zakat fitrah bukan hanya sekadar ibadah sosial, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang penting bagi umat Muslim.

    2. Kewajiban Membayar Zakat Fitrah

    Zakat fitrah wajib ditunaikan oleh setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, dewasa maupun anak-anak, selama mereka memiliki kelebihan harta pada hari raya Idul Fitri. Hal ini berdasarkan hadits dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma:

    “Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah sebanyak satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas setiap Muslim, baik budak maupun orang merdeka, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar. Dan beliau memerintahkannya agar ditunaikan sebelum orang-orang keluar untuk shalat (Idul Fitri).” (HR. Bukhari, no. 1503; Muslim, no. 984)

    Berdasarkan hadits ini, setiap Muslim yang memiliki kelebihan harta untuk sehari semalam wajib membayar zakat fitrah, kecuali jika ia benar-benar dalam keadaan fakir miskin.

    3. Tata Cara Membayar Zakat Fitrah

    Agar zakat fitrah sah dan sesuai dengan tuntunan syariat, berikut adalah tata caranya:

    • Waktu Pembayaran: Waktu mubah (diperbolehkan) untuk membayar zakat yaitu dimulai dari 1 Ramadhan sampai akhir bulan tersebut. Adapun waktu afdhal (dianjurkan) untuk membayar Zakat fitrah adalah sejak terbenamnya matahari di malam Idul Fitri hingga sebelum shalat Idul Fitri.
    • Besaran Zakat: Berdasarkan hadits, besarnya zakat fitrah adalah satu sha’ makanan pokok (sekitar 2,5 – 3 kg).
    • Penerima Zakat: Penerima zakat fitrah adalah mereka yang berhak menerima zakat secara umum (mustahik), yaitu fakir, miskin, amil, mualaf, budak yang ingin memerdekakan diri, orang yang terlilit hutang, pejuang di jalan Allah, serta musafir yang kehabisan bekal (QS. At-Taubah: 60).
    • Niat: Meskipun niat tidak perlu diucapkan secara lisan, tetapi tetap harus ada dalam hati bahwa zakat fitrah ini ditunaikan sebagai kewajiban kepada Allah.

    4. Bentuk Zakat Fitrah yang Bisa Diberikan

    Zakat fitrah harus dikeluarkan dalam bentuk bahan makanan pokok yang biasa dikonsumsi di daerah tersebut. Beberapa contoh bentuk zakat fitrah meliputi:

    • Beras (umumnya 2,5 – 3 kg per orang)
    • Gandum
    • Kurma
    • Sagu atau jagung (sesuai makanan pokok daerah setempat)

    Sebagian ulama memperbolehkan zakat fitrah dibayarkan dalam bentuk uang dengan nominal yang setara dengan harga satu sha’ bahan makanan. Pendapat ini dipegang oleh mazhab Hanafi dan diterapkan di beberapa tempat untuk memudahkan distribusi kepada yang membutuhkan.

    5. Keutamaan Menunaikan Zakat Fitrah

    Menunaikan zakat fitrah bukan hanya sekedar menggugurkan kewajiban, tetapi juga membawa banyak keutamaan, antara lain:

    • Menyempurnakan ibadah puasa
    • Membersihkan diri dari dosa dan kesalahan selama Ramadhan
    • Menambah keberkahan dalam harta yang dimiliki
    • Menjalin kebersamaan dan kepedulian sosial di antara umat Muslim

    Rasulullah SAW bersabda:

    “Puasa Ramadhan tergantung antara langit dan bumi, tidak diangkat kecuali dengan zakat fitrah.” (HR. Ad-Daruquthni, no. 2069, dihasankan oleh Al-Albani)

    Hadits ini menunjukkan bahwa zakat fitrah menjadi penyempurna ibadah puasa seorang Muslim, sehingga ia benar-benar mendapatkan manfaat dan keberkahan dari Ramadhan.

    Dengan menunaikan zakat fitrah sesuai ketentuan, kita tidak hanya menjalankan kewajiban sebagai seorang Muslim, tetapi juga ikut berkontribusi dalam membantu sesama agar mereka dapat merasakan kebahagiaan di hari kemenangan. Oleh karena itu, pastikan untuk menunaikan zakat fitrah tepat waktu dan sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

    Sekarang tunaikan Zakat Fitrah bisa lebih mudah di amal.pw/zakatfitrah

  • Meraih Lailatul Qadar: Keistimewaan & Amalan di 10 Malam Terakhir Ramadhan

    Meraih Lailatul Qadar: Keistimewaan & Amalan di 10 Malam Terakhir Ramadhan

    Bulan Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan, dan di dalamnya terdapat 10 malam terakhir yang memiliki keistimewaan luar biasa. Pada malam-malam ini, terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar. Rasulullah SAW memperbanyak ibadah di 10 malam terakhir Ramadhan, dan kita pun dianjurkan untuk menghidupkannya dengan berbagai amalan.

    Keistimewaan 10 Malam Terakhir Ramadhan

    1. Malam Lailatul Qadar: Lebih Baik dari Seribu Bulan

    Lailatul Qadar adalah malam yang sangat istimewa karena amal ibadah yang dilakukan pada malam ini lebih baik dari ibadah selama seribu bulan. Allah berfirman:

    “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apa malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadar: 1-3)

    Malam ini terjadi di salah satu dari 10 malam terakhir Ramadhan, khususnya pada malam-malam ganjil. Rasulullah SAW bersabda:

    “Carilah Lailatul Qadar di sepuluh malam terakhir Ramadhan, pada malam ganjil.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    2. Malam di Mana Ditetapkan Takdir Tahunan

    Pada malam Lailatul Qadar, Allah menetapkan takdir tahunan bagi setiap makhluk-Nya. Hal ini disebutkan dalam firman-Nya:

    “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS. Ad-Dukhan: 4)

    Para malaikat turun membawa rahmat dan keberkahan bagi orang-orang yang beribadah dengan penuh keikhlasan.

    3. Dicontohkan oleh Rasulullah SAW

    Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh dalam beribadah di 10 malam terakhir. Diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha:

    “Apabila telah masuk sepuluh hari terakhir (Ramadhan), Rasulullah menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, bersungguh-sungguh, dan mengencangkan ikat pinggangnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Hal ini menunjukkan bahwa 10 malam terakhir adalah waktu yang sangat berharga untuk meningkatkan ibadah.

    Amalan yang Dianjurkan di 10 Malam Terakhir Ramadhan

    1. Meningkatkan Shalat Malam (Qiyamul Lail)

    Shalat malam, terutama shalat tahajud, sangat dianjurkan di malam-malam ini. Rasulullah SAW bersabda:

    “Barang siapa yang berdiri (shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    2. Memperbanyak Doa, Terutama Doa Lailatul Qadar

    Aisyah radhiyallahu ‘anha bertanya kepada Rasulullah SAW, doa apa yang sebaiknya dibaca jika bertemu Lailatul Qadar. Rasulullah SAW menjawab:

    “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni” (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, mencintai ampunan, maka ampunilah aku) (HR. Tirmidzi)

    3. Membaca dan Merenungkan Al-Qur’an

    Al-Qur’an diturunkan pada malam Lailatul Qadar, sehingga membaca, memahami, dan merenungkan ayat-ayatnya sangat dianjurkan. Allah berfirman:

    “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an.” (QS. Al-Baqarah: 185)

    4. I’tikaf di Masjid

    I’tikaf adalah berdiam diri di masjid untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Rasulullah SAW senantiasa beri’tikaf pada 10 malam terakhir Ramadhan sebagaimana disebutkan dalam hadis:

    “Rasulullah beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan sampai Allah mewafatkan beliau.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    5. Bersedekah dan Beramal Kebaikan

    Sedekah di bulan Ramadhan memiliki keutamaan yang besar, terutama di 10 malam terakhir. Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, terutama di bulan Ramadhan (HR. Bukhari dan Muslim).

    Jadi, 10 malam terakhir Ramadhan adalah waktu yang sangat istimewa. Keutamaannya meliputi keberkahan Lailatul Qadar, malam penetapan takdir tahunan, dan teladan dari Rasulullah SAW yang memperbanyak ibadah. Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk meningkatkan shalat malam, memperbanyak doa, membaca Al-Qur’an, beri’tikaf, dan bersedekah. Semoga kita diberikan kesempatan untuk meraih keberkahan malam Lailatul Qadar.